/* original by igniel.com, modified by trivusi.web.id */ html { scroll-behavior: smooth; } .toc { background-color: #f8f9fa; border: 1px solid #d1d5db; padding: 10px 20px; display: table; line-height: 1.6em; } .toc a { text-decoration: none; } .toc a:hover { text-decoration: underline; } .toc ol { counter-reset: item; padding-left: 0.5em; } .toc li { display: block; } .toc li:before { content: counters(item, ".") ". "; counter-increment: item; } .toc ol li a { margin-left: 0.2em; } .toc ol li ol { margin-left: 0.2em; } .toctogglelabel { cursor: pointer; color: #0645ad; } :not(:checked)>.toctoggle { display: inline !important; position: absolute; opacity: 0; } :not(:checked)>.toctogglespan:before { content: "["; } .toctoggle:not(:checked)+.toctitle .toctogglelabel:after { content: "sembunyikan"; display: inline; } .toctoggle:checked+.toctitle .toctogglelabel:after { content: "tampilkan"; } :not(:checked)>.toctogglespan:after { content: "]"; } .toctoggle:checked~ol { display: none; } :target::before { content: ""; display: block; height: 75px; margin-top: -75px; visibility: hidden; } } .toc strong { display: inline-block; font-size: 1.25rem; margin: 8px 25px 8px 0;

Cara Melaporkan Penipuan Online atau Cek Rekening Penipu

Cara Melaporkan Penipuan Online atau Cek Rekening Penipu
from Pixabay / CC0
Penipuan online adalah salah satu masalah serius yang terus berkembang di era digital saat ini. Banyak orang yang menjadi korban penipuan ini dan kehilangan uang mereka secara tidak adil. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk tahu bagaimana melaporkan rekening penipuan secara online agar penjahat ini dapat ditangkap dan diberikan hukuman yang layak.

Ada banyak platform resmi yang bisa Anda gunakan untuk melaporkan rekening penipuan secara online. Platform ini mencakup lembaga kepolisian, otoritas keuangan, dan lembaga pengawas industri tertentu. Pastikan untuk melaporkan ke platform resmi untuk memastikan bahwa laporan Anda diterima dan ditindaklanjuti dengan serius.

Cara Laporkan Rekening Penipuan kepada Pihak Bank, OJK, dan Kepolisian 

Ketika melaporkan rekening penipuan, pastikan untuk memberikan detail yang spesifik tentang transaksi yang telah terjadi. Hal ini dapat mencakup nomor rekening yang digunakan, jumlah uang yang telah dipindahkan, dan informasi pribadi Anda yang mungkin telah dibagikan dengan penjahat. Semakin spesifik informasi yang Anda berikan, semakin mudah bagi otoritas untuk menindaklanjuti laporan Anda.

1. Hubungi Layanan Nasabah Bank 

Cara paling cepat dan mudah untuk melaporkan rekening penipuan online adalah dengan menghubungi nomor pusat layanan nasabah perbankan. 

Anda dapat menghubungi nomor layanan nasabah bank yang tertera di kartu ATM atau di situs web bank terkait. Ketika menghubungi layanan nasabah, pastikan Anda memiliki data-data yang lengkap seperti nomor rekening penipu, waktu dan tanggal transfer, dan bukti-bukti yang mendukung laporan Anda.

Berikut adalah 30 nomor pusat layanan perbankan yang bisa Anda hubungi untuk melaporkan tindak pidana penipuan online.
  • Bank Mandiri: 14000 atau +62-21-52997777
  • Bank BRI: 14017 atau +62-21-1500017
  • Bank BNI: 1500046 atau +62-21-1500046
  • Bank CIMB Niaga: 14041 atau +62-21-29976600
  • Bank Danamon: 1500352 atau +62-21-57998888
  • Bank OCBC NISP: 1500696 atau +62-21-26506300
  • Bank Permata: 1500111 atau +62-21-1500111
  • Bank BTN: 1500286 atau +62-21-26533555
  • Bank Mega: 1500010 atau +62-21-79187777
  • Bank Bukopin: 1500288 atau +62-21-50808088
  • Bank Maybank Indonesia: 1500611 atau +62-21-29277777
  • Bank HSBC Indonesia: 1500160 atau +62-21-52916000
  • Bank UOB Indonesia: 14008 atau +62-21-23546188
  • Bank ANZ Indonesia: +62-21-5751555
  • Bank Commonwealth: 1500788 atau +62-21-1500788
  • Bank BCA: 1500888 atau +62-21-1500888
  • Bank Panin: 1500666 atau +62-21-57998888
  • Bank DBS Indonesia: 0804 1500 327 atau +62-21-29853600
  • Bank Standard Chartered: 14041 atau +62-21-57999988
  • Bank BTN Syariah: 1500286 atau +62-21-26533555
  • Bank Mega Syariah: 1500010 atau +62-21-79187777
  • Bank Syariah Mandiri: 14000 atau +62-21-52997777
  • Bank BNI Syariah: 1500046 atau +62-21-1500046
  • Bank BRI Syariah: 14017 atau +62-21-1500017
  • Bank Muamalat: 1500016 atau +62-21-1500016
  • Bank Bukopin Syariah: 1500288 atau +62-21-50808088
  • Bank BCA Syariah: 1500888 atau +62-21-1500888
  • Bank Mandiri Syariah: 14000 atau +62-21-52997777
  • Bank Mega Syariah: 1500010 atau +62-21-79187777
  • Bank Maybank Syariah: 1500611 atau +62-21-29277777
Melaporkan rekening penipuan kepada bank adalah langkah penting yang harus dilakukan agar tindakan penipuan tidak terjadi lagi di masa depan. Dalam melakukan laporan, pastikan Anda memiliki bukti-bukti yang lengkap dan selalu waspada dalam melakukan transaksi ke depannya.

Pastikan untuk segera melaporkan jika Anda menjadi korban penipuan atau fraud di bank manapun, sehingga pihak bank dan penegak hukum dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.

2. Kunjungi Kantor Cabang Bank

Selain melalui nomor pusat layanan nasabah seperti yang disebutkan diatas, Anda juga dapat melaporkan rekening penipuan langsung ke kantor cabang bank terdekat. Dalam hal ini, Anda perlu membawa dokumen-dokumen pendukung seperti surat bukti transfer, bukti penipuan, dan identitas diri.

3. Laporkan ke Otoritas Terkait

Selain melaporkan ke pihak bank, Anda juga dapat melaporkan penipuan ke otoritas terkait seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Otoritas terkait dapat memberikan bantuan dan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi penipuan yang terjadi. 

Anda dapat menghubungi nomor pusat layanan pengaduan OJK di nomor 1-500-655, Bank Indonesia (BI) di nomor 131 atau bisa juga mengajukan laporan penipuan online melalui situs web resmi OJK di https://konsumen.ojk.go.id/formpengaduan

4. Laporkan ke Kepolisian

Jika Anda mengalami penipuan yang cukup besar, selain melaporkan ke bank dan otoritas terkait, Anda juga dapat melaporkannya ke kepolisian. Anda dapat membuat laporan ke kantor polisi terdekat dan membawa dokumen-dokumen pendukung seperti screenshoot, surat bukti transfer dan bukti penipuan.

Setelah melaporkan rekening penipuan ke pihak bank dan otoritas terkait, pastikan Anda lebih waspada dan hati-hati ketika melakukan transaksi ke depannya. Pastikan Anda selalu melakukan verifikasi dan pengecekan terhadap nomor rekening dan identitas penjual sebelum melakukan transfer. Lalu, bagaimana cara mengecek rekening penipu untuk mengantisipasi terjadinya fraud di bank. 

Cara Cek Rekening Penipu

Dalam rangka menghindari tindakan penipuan online, kita perlu mengambil langkah-langkah preventif. Mengecek rekening penipuan secara online adalah langkah awal yang penting untuk  mencegah terjadinya penipuan. 

Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan pengecekan rekening penipu agar terhindar dari korban penipuan dan kehilangan uang. 

1. Cek di Laman Verifikasi Data Nasabah Bank Indonesia (VDN BI)

Laman ini disediakan oleh Bank Indonesia dan dapat diakses melalui website resmi Bank Indonesia. VDN BI menyediakan fitur untuk memeriksa nomor rekening bank dan mengonfirmasi data nasabah bank, sehingga dapat membantu untuk memeriksa apakah nomor rekening tersebut valid atau tidak.

2. Periksa Nomor Rekening di Situs Web Otoritas Keuangan

Otoritas keuangan, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyediakan informasi tentang rekening penipu di situs web mereka. Anda dapat melakukan pengecekan nomor rekening melalui email konsumen@ojk.go.id untuk melihat apakah rekening tersebut tercatat sebagai rekening penipu atau tidak.

3. Gunakan Layanan Cek Nomor Rekening di Aplikasi Perbankan

Beberapa aplikasi perbankan juga menyediakan layanan cek nomor rekening yang terhubung dengan database otoritas keuangan. Dengan layanan ini, Anda dapat memasukkan nomor rekening dan aplikasi akan memberikan informasi apakah rekening tersebut tercatat sebagai rekening penipu atau tidak.

4. Cek Nomor Rekening di Situs Web cekaja.com

Situs web cekaja.com juga menyediakan layanan cek nomor rekening untuk memastikan apakah nomor rekening tersebut aman atau tidak. Anda dapat memasukkan nomor rekening yang ingin Anda cek di situs web ini dan mendapatkan informasi tentang rekening tersebut.

5. Cek Nomor Rekening di Situs Web cekrekening.id

Situs ini menyediakan layanan untuk memeriksa nomor rekening bank, baik itu rekening pribadi maupun bisnis, dan mengecek apakah nomor rekening tersebut terdaftar dalam daftar hitam penipuan online. Situs ini juga menyediakan fitur pengaduan dan informasi tentang penipuan online.

6. Cek Reputasi Penjual di Situs Jual-beli Online

Jika Anda melakukan transaksi jual-beli online, periksa reputasi penjual di situs tersebut sebelum melakukan pembayaran. Banyak situs jual-beli online memiliki sistem reputasi untuk penjual yang dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah penjual tersebut terpercaya atau tidak.

7. Cek Rekening di Indonesian Banking Alert System (IBAS)

IBAS adalah sistem peringatan dini yang dibuat oleh Asosiasi Bank-bank Umum Indonesia (ASBUI) dan Bank Indonesia untuk membantu mencegah penipuan melalui transfer bank. Sistem ini memungkinkan bank-bank yang tergabung dalam ASBUI untuk berbagi informasi tentang rekening bank yang dicurigai terlibat dalam penipuan.

Dalam melakukan pengecekan rekening penipu, pastikan untuk menggunakan sumber yang terpercaya dan memverifikasi informasi yang diberikan. Selalu waspada dan hati-hati ketika melakukan transaksi online untuk mencegah terjadinya penipuan di masa depan. 

Tips Mencegah dari Rekening Penipuan Online

Dalam era digital saat ini, mencegah penipuan rekening bank online menjadi semakin penting karena semakin banyaknya penipuan online yang terjadi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mencegah penipuan rekening bank online:

1. Selalu Waspadai Phishing Scam

Phishing scam adalah teknik penipuan online di mana pelaku mencoba untuk mendapatkan informasi pribadi Anda melalui email atau pesan palsu. Pastikan Anda selalu waspada terhadap email atau pesan yang mencurigakan, jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor PIN atau nomor rekening melalui email atau pesan.

2. Periksa Situs Web yang Anda Kunjungi

Pastikan Anda selalu memeriksa situs web yang Anda kunjungi dan pastikan situs tersebut aman. Anda dapat memeriksa apakah situs tersebut memiliki sertifikat keamanan seperti HTTPS atau SSL. Jangan pernah mengisi informasi pribadi pada situs yang tidak aman.

3. Selalu Verifikasi Identitas Penerima

Sebelum melakukan transfer uang, pastikan Anda selalu memverifikasi identitas penerima. Pastikan nomor rekening dan identitas penerima sudah benar, dan pastikan Anda tidak melakukan transfer ke nomor rekening yang mencurigakan.

Gunakan Aplikasi Keamanan yang Tersedia
Bank-bank saat ini telah menyediakan aplikasi keamanan yang dapat membantu Anda mencegah penipuan rekening bank online. Pastikan Anda selalu mengaktifkan aplikasi keamanan seperti token atau SMS banking untuk memverifikasi transaksi Anda.

4. Jangan Memberikan Informasi Pribadi pada Orang yang Tidak Anda Kenal

Pastikan Anda tidak memberikan informasi pribadi seperti nomor PIN atau nomor rekening pada orang yang tidak Anda kenal. Selalu waspada terhadap telepon atau pesan yang mencurigakan dan jangan pernah memberikan informasi pribadi pada orang yang tidak Anda percayai.

5. Gunakan Perangkat dan Jaringan yang Aman

Pastikan perangkat dan jaringan yang Anda gunakan untuk melakukan transaksi online aman dan terlindungi dari serangan malware atau virus. Pastikan juga Anda tidak menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman ketika melakukan transaksi online.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat mencegah penipuan rekening bank online dan menghindari kerugian finansial yang tidak diinginkan. Selalu waspada dan hati-hati dalam melakukan transaksi online, dan pastikan Anda selalu memeriksa dan memverifikasi informasi sebelum melakukan transfer uang.